Tuesday, September 4, 2018

💦 *WUDHU BAGI WANITA YANG SEDANG HAID?* 💦

Sabda Rasullullah SAW :
Disyari’atkan menjaga wudhu’ dalam setiap keadaan. Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

استقيموا و لن تحصوا و اعلموا أن خير أعمالكم الصلاة و لا يحافظ على الوضوء إلا مؤمن

“Istiqomahlah kalian, walaupun kalian tidak akan mampu melakukannya secara hakiki (namun berusahalah mendekatinya), dan ketahuilah sebaik-baik amalan kalian adalah sholat, dan tidaklah ada yang MENJAGA WUDHU kecuali dia seorang mukmin.” [HR. Al-Hakim dan Ibnu Hibban dari Tsauban radhiyallahu’anhu, dishahihkan Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’: 952]

Laki-laki dan wanita junub juga dianjurkan menjaga wudhu’ untuk meringankan junubnya, khususnya ketika akan makan atau tidur, berdasarkan keumuman hadits di atas dan juga terdapat hadits khusus dari Ummul Mukminin.

Aisyah radhiyallahu’anha, beliau berkata,

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم إِذَا كَانَ جُنُبًا فَأَرَادَ أَنْ يَأْكُلَ أَوْ يَنَامَ تَوَضَّأَ وُضُوءَهُ لِلصَّلاَةِ

“Dahulu Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam jika sedang junub, lalu beliau ingin makan atau tidur, maka beliau berwudhu’ terlebih dahulu sebagaimana wudhu’ beliau untuk sholat.” [HR. Muslim]

“Para ulama mazhab kami (Syafi’iyah) sepakat bahwa tidak dianjurkan bagi wanita haid atau nifas untuk berwudhu (sebelum tidur) karena wudhunya tidak berdampak pada statusnya, karena ketika darah haidnya sudah berhenti (sedangkan dia belum mandi suci), hukumnya seperti orang junub. (Syarh Shahih Muslim, 3/218)
Allahu a’lam.

Berdasarkan hadis di atas, dalam padangan para ulama, wudhu pada wanita yang sedang berhubungan/berhadas besar/menstruasi berbeda-beda hukumnya. Ada yg menganjurkan dengan alasan ingin menjaga wudhu dari segala yg mencemaskan dirinya (seperti cemas akan tidak bisanya ia thoharoh) dan ada pula yang menyamakannya dengan kata “junub” sehingga kesuciannya tidak sama dengan orang yg berwudhu karena ingin beribadah. Oleh karena itu, wudhu dalam konteks wanita yang sedang haid dipandang hukumnya dari keperluannya bersuci. Tentu, jika hanya sekadar ingin membersihkan atau menjaga diri, derajat kesuciannya setelah berwudhu tidak sama dengan mereka yang dalam keadaan suci (tidak berhadas).

No comments:

Post a Comment

Bangun kembali

Asslamualaikum warohmatullah wabarakatuh😊 Kaifa haluq sahabat sholeh dan sholihah Udah lama nggk nulis ni.. Udah lama bungkam dari situs...