Tuesday, August 21, 2018

Jgan suka menunda nunda

*بِسْــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــم*ِ*بِسْــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــم*ِ

*السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتهُ*


🌹 *Jangan Suka Menunda*

Hati-hati ya dengan sifat hamba yang dungu. Yaitu orang yang suka mempermainkan waktu dengan cara menunda amal atau menghabiskan waktu untuk kepentingan lain.

Nabi bersabda,

هلك المتسوفون..!!!

*"Celaka orang yang suka menunda-nunda.!!!"*

📌 As Sheikh Ahmad bin Muhammad 'Athoillah berkata,

إحالتُك الأعمالَ علي وجود الفراغِ من رعوناتِ النفسِ

*"Penundaan untuk beramal karena menanti waktu senggang, adalah timbul dari hati yang bodoh."*

🤔 Ingat.!! Waktu manusia dikejar usianya. Apabila banyak waktu terbuang untuk urusan dan kesibukan duniawi, sudah pasti urusan ukhrawi tertinggal.

Allah SWT berfirman,

بل تؤثرون الحياة الدنيا، و الآخرة خيرٌ و ابقىٰ

"Akan tetapi kamu lebih banyak memilih kehidupan duniawi, padahal kehidupan akhirat lebih baik dan lebih kekal." (Al-A'lâ:16-17).

🕐 _Waktu bertambah dan usia manusia terus menyusut._

Perlu diingat, bahwa kebahagiaan manusia di akhirat kelak bergantung dengan cara hidupnya di dunia.

Atur waktumu, perhatikan hal-hal berikut:

❣ Utamakan kehidupan akhirat. Hidup di dunia sebagai jembatan menuju akhirat.

❣ Jangan mengejar dunia, karena dunia tidak ada habisnya. Lepas satu, datang pula lainnya.

❣ Pergiat waktu beramal sebelum tibanya waktu ajal.

❣ Perketat waktu ibadah, sebelum datang waktu berserah.

❣ Jangan tunda waktu amal bakti, sebelum datang waktu mati.

❣ Aturlah waktu untuk beramal agar kelak tidak menyesal.
   ______________________________

*وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه

Fadhilah puasa arofah

*بِسْــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــم*ِ
   



*۞اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ۞*

```❝Berpuasa pada hari ‘Arafah, aku berdoa agar Allah menghapuskan dosa bagi tahun sebelumnya dan tahun selepasnya dan berpuasa pada hari Asyura, aku berdoa agar Allah menghapuskan dosa tahun sebelumnya.❞```

*_[Hadis Riwayat Muslim]_*



🎍Semoga Bermanfaat Shalihah

Saturday, August 18, 2018

Halaqoh cinta

Ribuan malam menatap bintang dan harapan

Dan ribuan siang Menahan terik penantian
Mungkin Tuhan ingin Kita sama-sama tuk mencari
Saling merindukan Dalam do'a-do'a Mendekatkan jarak kita

Tuhan pertemukan Aku dengan kekasih pilihan
Seseorang yang mencintai-Mu mencintai rasul-Mu
Di Multazam ku meminta

Ribuan pagi Menatap terbit matahari
Dan ribuan senja menahan gemuruh di dada

Mungkin Tuhan ingin Kita sama-sama tuk mencari
Saling merindukan Dalam do'a-do'a Mendekatkan jarak Kita

Tuhan pertemukan Aku dengan kekasih pilihan
Seseorang yang mencintai-Mu mencintai rasul-Mu
Di Multazam ku meminta

Hingga malaikatpun tersenyum mendo'akan kita
Menguatlah keyakinan dihati

Tuhan pertemukan Aku dengan kekasih pilihan
Seseorang yang mencintai-Mu mencintai rasul-Mu
Di Multazam ku meminta

Tuhan persatukan Aku dengan kekasih pilihan
Seseorang yang kan menemaniku menuju surga-Mu

Halaqah cinta Tempat hati bertemu
Halaqah cinta Tempat hati bersatu

Tuesday, August 14, 2018

Ilmu dari seorang guru

*بِسْــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــم*ِ
   
*خذوا العلم من أفواه العلماء*

*AMBILLAH ILMU ITU DARI MULUTNYA PARA ULAMA (GURU)*

```Pada Suatu Hari ada seorang Murid yang tidak belajar ilmu melalui Guru tetapi dia mengambil ilmu hanya dari kitab saja.```

```Kemudian ketika dia membaca sepotong hadits mengenai Sabdaan Rasulullah صلى الله عليه وآله وسلم .```

*"Sesungguhnya, al-habbatus Sawda' dapat menyembuhkan segala penyakit kecuali as-Sam (Mati)."*

```Tetapi didalam kitab tersebut tertulis Hayatus sauda'```

```Hanya tertukar huruf Ba' kepada Ya.```

```Yaitu Hayatus sauda' yang bermaksud Ular hitam sedangkan Habatus Sauda' bermaksud Jintan Hitam.```

```Disebabkan dia mengambil ilmu dari kitab yang tanpa dibimbing guru, maka dia pergi ke hutan mencari ular hitam. Maka dia mengunakan bisa ular hitam tersebut, lalu mati lah ia dalam keadaan kejahilan.```
Wal'iyazubillah.

✍🏼 Oleh :: _Majelis Ahlul Bayt_

*اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ*


🎍semoga bermanfaat❤

Siraman pagi




📖 *Materi*
*Hikmah Pagi*

*۞اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ۞*

```❝Di saat hatimu mengajakmu kepada kebaikan, yakinlah bahwa Allah‎ سبحانه وتعالی sangat menyayangimu dan menginginkan yang terbaik bagimu. Siapapun engkau, dosa apapun yang pernah kau lakukan, dimanapun lingkungan hidupmu. Jika engkau benar mencintai Allah‎ سبحانه وتعالی, maka Allah سبحانه و تعالى akan memberikan Anugerah cinta-Nya kepadamu.❞```

*_[Habib Ali Zaenal Abidin Alkaff]_*




🎍Semoga Bermanfaat Shalihah🎍

Tuesday, August 7, 2018

Nikah mut'ah

Kawin Kontrak Atau Nikah Mu’tah Dilarang Dalam Islam

Rasulullah bersabda: “Wahai manusia! Sesungguhnya aku dulu pernah mengizinkan kalian untuk melakukan nikah mut’ah. Namun sekarang Allah ‘azza wa jalla telah mengharamkan nikah tersebut sampai hari kiamat.” (Hadits Riwayat Muslim)

Jika kaum muslimin memiliki pandangan bahwa pernikahan yang sah menurut syariat Islam merupakan jalan untuk menjaga kesucian harga diri mereka, maka kaum Syi’ah Rafidhah memiliki pandangan lain. Perzinaan justru memiliki kedudukan tersendiri di dalam kehidupan masyarakat mereka. Bagaimana tidak, perzinaan tersebut mereka kemas dengan nama agama yaitu “nikah mut’ah”. Tentu saja mereka tidak ridha kalau nikah mut’ah disejajarkan dengan perzinaan yang memang benar-benar diharamkan Allah ‘azza wa jalla dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kenyataan-lah yang akan membuktikan hakekat nikah mut’ah ala Syi’ah Rafidhah.

Definisi Nikah Mut’ah

Nikah mut’ah adalah sebuah bentuk pernikahan yang dibatasi dengan perjanjian waktu dan upah tertentu tanpa memperhatikan perwalian dan saksi, untuk kemudian terjadi perceraian apabila telah habis masa kontraknya tanpa terkait hukum perceraian dan warisan. (Syarh Shahih Muslim hadits no. 1404 karya An-Nawawi dengan beberapa tambahan)

Hukum Nikah Mut’ah

Pada awal tegaknya agama Islam nikah mut’ah diperbolehkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di dalam beberapa sabdanya, di antaranya hadits Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhu dan Salamah bin Al-Akwa’ radhiyallahu ‘anhu: “Bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menemui kami kemudian mengizinkan kami untuk melakukan nikah mut’ah.” (HR. Muslim)

Al-Imam Al-Muzani rahimahullah berkata: “Telah sah bahwa nikah mut’ah dulu pernah diperbolehkan pada awal-awal Islam. Kemudian datang hadits-hadits yang shahih bahwa nikah tersebut tidak diperbolehkan lagi.Kesepakatan ulama telah menyatakan keharaman nikah tersebut.” (Syarh Shahih Muslim hadits no. 1404 karya An-Nawawi)

Dan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Wahai manusia! Sesungguhnya aku dulu pernah mengizinkan kalian untuk melakukan nikah mut’ah. Namun sekarang Allah ‘azza wa jalla telah mengharamkan nikah tersebut sampai hari kiamat.” (HR. Muslim)

Adapun nikah mut’ah yang pernah dilakukan beberapa sahabat di zaman kekhalifahan Abu Bakr radhiyallahu ‘anhu dan Umar radhiyallahu ‘anhu, maka hal itu disebabkan mereka belum mendengar berita tentang diharamkannya nikah mut’ah selama-lamanya. (Syarh Shahih Muslim hadits no. 1405 karya An-Nawawi)

Gambaran Nikah Mut’ah di zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam

Di dalam beberapa riwayat yang sah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, jelas sekali gambaran nikah mut’ah yang dulu pernah dilakukan para sahabat radhiyallahu ‘anhum. Gambaran tersebut dapat dirinci sebagai berikut:

1. Dilakukan pada saat mengadakan safar (perjalanan) yang berat seperti perang, bukan ketika seseorang menetap pada suatu tempat. (HR. Muslim hadits no. 1404)

2. Tidak ada istri atau budak wanita yang ikut dalam perjalanan tersebut. (HR. Bukhari no. 5116 dan Muslim no. 1404)

3. Jangka waktu nikah mut’ah hanya 3 hari saja. (HR. Bukhari no. 5119 dan Muslim no. 1405)

4. Keadaan para pasukan sangat darurat untuk melakukan nikah tersebut sebagaimana mendesaknya seorang muslim memakan bangkai, darah dan daging babi untuk mempertahankan hidupnya. (HR. Muslim no. 1406)

Nikah Mut’ah menurut Tinjauan Syi’ah Rafidhah

Dua kesalahan besar telah dilakukan kaum Syi’ah Rafidhah ketika memberikan tinjauan tentang nikah mut’ah. Dua kesalahan tersebut adalah:

A. Penghalalan Nikah Mut’ah yang Telah Diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya

Bentuk penghalalan mereka nampak dari kedudukan nikah mut’ah itu sendiri di kalangan mereka. Ash-Shaduq di dalam kitab Man Laa Yahdhuruhul Faqih dari Ash-Shadiq berkata: “Sesungguhnya nikah mut’ah itu adalah agamaku dan agama pendahuluku. Barangsiapa mengamalkannya maka dia telah mengamalkan agama kami. Sedangkan barangsiapa mengingkarinya maka dia telah mengingkari agama kami dan meyakini selain agama kami.”

Di dalam halaman yang sama, Ash-Shaduq mengatakan bahwa Abu Abdillah pernah ditanya: “Apakah nikah mut’ah itu memiliki pahala?” Maka beliau menjawab: “Bila dia mengharapkan wajah Allah (ikhlas), maka tidaklah dia membicarakan keutamaan nikah tersebut kecuali Allah tulis baginya satu kebaikan. Apabila dia mulai mendekatinya maka Allah ampuni dosanya. Apabila dia telah mandi (dari berjima’ ketika nikah mut’ah, pen) maka Allah ampuni dosanya sebanyak air yang mengalir pada rambutnya.”

Bahkan As-Sayyid Fathullah Al Kasyaani di dalam Tafsir Manhajish Shadiqiin 2/493 melecehkan kedudukan para imam mereka sendiri ketika berdusta atas nama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwa beliau bersabda: “Barangsiapa melakukan nikah mut’ah satu kali maka derajatnya seperti Al-Husain, barangsiapa melakukannya dua kali maka derajatnya seperti Al-Hasan, barangsiapa melakukannya tiga kali maka derajatnya seperti Ali radhiyallahu ‘anhu, dan barangsiapa melakukannya sebanyak empat kali maka derajatnya seperti aku.”

B. Betapa Keji dan Kotor Gambaran Nikah Mut’ah Ala Syi’ah Rafidhah

1. Akad nikah

Di dalam Al Furu’ Minal Kafi 5/455 karya Al-Kulaini, dia menyatakan bahwa Ja’far Ash-Shadiq pernah ditanya seseorang: “Apa yang aku katakan kepada dia (wanita yang akan dinikahi, pen) bila aku telah berduaan dengannya?” Maka beliau menjawab: “Engkau katakan: Aku menikahimu secara mut’ah berdasarkan Kitabullah dan Sunnah Nabi-Nya, namun engkau tidak mendapatkan warisan dariku dan tidak pula memberikan warisan apapun kepadaku selama sehari atau setahun dengan upah senilai dirham demikian dan demikian.” Engkau sebutkan jumlah upah yang telah disepakati baik sedikit maupun banyak.” Apabila wanita tersebut mengatakan: “Ya” berarti dia telah ridha dan halal bagi si pria untuk menggaulinya. (Al-Mut’ah Wa Atsaruha Fil-Ishlahil Ijtima’i hal. 28-29 dan 31)

2. Tanpa disertai wali si wanita

Sebagaimana Ja’far Ash-Shadiq berkata: “Tidak apa-apa menikahi seorang wanita yang masih perawan bila dia ridha walaupun tanpa ijin kedua orang tuanya.” (Tahdzibul Ahkam 7/254)

3. Tanpa disertai saksi (Al-Furu’ Minal Kafi 5/249)

4. Dengan siapa saja nikah mut’ah boleh dilakukan?

Seorang pria boleh mengerjakan nikah mut’ah dengan:

– wanita Majusi. (Tahdzibul Ahkam 7/254)

– wanita Nashara dan Yahudi. (Kitabu Syara’i’il Islam hal. 184)

– wanita pelacur. (Tahdzibul Ahkam 7/253)

– wanita pezina. (Tahriirul Wasilah hal. 292 karya Al-Khumaini)

– wanita sepersusuan. (Tahriirul Wasilah 2/241 karya Al-Khumaini)

– wanita yang telah bersuami. (Tahdzibul Ahkam 7/253)

– istrinya sendiri atau budak wanitanya yang telah digauli. (Al-Ibtishar 3/144)

– wanita Hasyimiyah atau Ahlul Bait. (Tahdzibul Ahkam 7/272)

– sesama pria yang dikenal dengan homoseks. (Lillahi… Tsumma Lit-Tarikh hal. 54)

5. Batas usia wanita yang dimut’ah

Diperbolehkan bagi seorang pria untuk menjalani nikah mut’ah dengan seorang wanita walaupun masih berusia sepuluh tahun atau bahkan kurang dari itu. (Tahdzibul Ahkam 7/255 dan Lillahi… Tsumma Lit-Tarikh hal. 37)

6. Jumlah wanita yang dimut’ah

Kaum Rafidhah mengatakan dengan dusta atas nama Abu Ja’far bahwa beliau membolehkan seorang pria menikah walaupun dengan seribu wanita karena wanita-wanita tersebut adalah wanita-wanita upahan. (Al-Ibtishar 3/147)

7. Nilai upah

Adapun nilai upah ketika melakukan nikah mut’ah telah diriwayatkan dari Abu Ja’far dan putranya, Ja’far yaitu sebesar satu dirham atau lebih, gandum, makanan pokok, tepung, tepung gandum, atau kurma sebanyak satu telapak tangan. (Al-Furu’ Minal Kafi 5/457 dan Tahdzibul Ahkam 7/260)

8. Berapa kali seorang pria melakukan nikah mut’ah dengan seorang wanita?

Boleh bagi seorang pria untuk melakukan mut’ah dengan seorang wanita berkali-kali. (Al-Furu’ Minal Kafi 5/460-461)

9. Bolehkah seorang suami meminjamkan istri atau budak wanitanya kepada orang lain?

Kaum Syi’ah Rafidhah membolehkan adanya perbuatan tersebut dengan dua model:

a. Bila seorang suami ingin bepergian, maka dia menitipkan istri atau budak wanitanya kepada tetangga, kawannya, atau siapa saja yang dia pilih. Dia membolehkan istri atau budak wanitanya tersebut diperlakukan sekehendaknya selama suami tadi bepergian. Alasannya agar istri atau budak wanitanya tersebut tidak berzina sehingga dia tenang selama di perjalanan!!!

b. Bila seseorang kedatangan tamu maka orang tersebut bisa meminjamkan istri atau budak wanitanya kepada tamu tersebut untuk diperlakukan sekehendaknya selama bertamu. Itu semua dalam rangka memuliakan tamu!!!

(Lillahi… Tsumma Lit-Tarikh hal. 47)

10. Nikah mut’ah hanya berlaku bagi wanita-wanita awam. Adapun wanita-wanita milik para pemimpin (sayyid) Syi’ah Rafidhah tidak boleh dinikahi secara mut’ah. (Lillahi… Tsumma Lit-Tarikh hal. 37-38)

11. Diperbolehkan seorang pria menikahi seorang wanita bersama ibunya, saudara kandungnya, atau bibinya dalam keadaan pria tadi tidak mengetahui adanya hubungan kekerabatan di antara wanita tadi. (Lillahi… Tsumma Lit-Tarikh hal. 44)

12. Sebagaimana mereka membolehkan digaulinya seorang wanita oleh sekian orang pria secara bergiliran. Bahkan, di masa Al-‘Allamah Al-Alusi ada pasar mut’ah, yang dipersiapkan padanya para wanita dengan didampingi para penjaganya (germo). (Lihat Kitab Shobbul Adzab hal. 239)

Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu Menentang Nikah Mut’ah

Para pembaca, bila kita renungkan secara seksama hakikat nikah mut’ah ini, maka tidaklah berbeda dengan praktek/transaksi yang terjadi di tempat-tempat lokalisasi. Oleh karena itu di dalam Shahih Al-Bukhari dan Shahih Muslim diriwayatkan tentang penentangan Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu –yang ditahbiskan kaum Syi’ah Rafidhah sebagai imam mereka- terhadap nikah mut’ah. Beliau radhiyallahu ‘anhu mengatakan: “Sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah melarang nikah mut’ah dan daging keledai piaraan pada saat perang Khaibar.” Beliau (Ali radhiyallahu ‘anhu) juga mengatakan bahwa hukum bolehnya nikah mut’ah telah dimansukh atau dihapus sebagaimana di dalam Shahih Al-Bukhari hadits no. 5119.

Wallahu A’lam B

Kebnarannya

Jika seorang tdak mampu menahan rasa yang ada fi hatibya..
Apa.masih bolehkah menangis dlam doany???

😢😢😢

Allah permudahkanlah buatku..

Monday, August 6, 2018

Mimpiku Terhempas

Ini cerita nyata..
Tntang perasaan yang bgtu pilu buat mengikhlaskan sesuatu yang bgtu dia yakini...
Aku rela...
Aku ikhlas..
Trimkasih untuk segalanya

Friday, August 3, 2018

Percakapan misteri

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Percakapan antara Akhy dan ukhty ..
Tentang apa ??? Simak sendiri 😁 ..
Karena kalian akan menemukan jawaban dari seorang wanita yg hebat ... ☺

Akhy: Assalamu'alaikum Ukh.

Ukhty: Wa'alaikumussalam ya akhy.

Akhy: Pengen Tanya boleh..??

Ukhty: Ya tafaddhol. Kalo Ana tau ya dijawab.

Akhy: Apa sih Cara terampuh tentang MOVE ON..??

Ukhty: Hihi.. jangan tanyakn Hal itu ke Ana.
Kan tau Akhy, Ana nggk Pacaran.

Akhy: Meski Nggk pacaran. Mungkin ukhty punya Prinsip Move ON..??

Akhy: Ya Akhy. Ada 1 cara Move On Terampuh..!!
Hanya orang" yg mau Melakukan nya yg bakal Sukses.

Akhy: Apa ukh apa..??

Ukhty: Ya Berhenti pacaran. Sebab Kalo skrng Akhy move On. Lalu pacaran Lagi, itu sama saja menanam bibit Move On baru.
Move on Tidak di ukur kapan BISA tapi kapan MULAI.
Dan Yang membuat akhy sulit Move on Bukan Kenangan kan..??
Tapi karna sulit MERELAKAN.

Akhy: Iya..

Ukhty: Ya Akhy. Terpenting Dalam Move On itu NIAT nya lalu Usaha nya

Akhy: (Mulai Tertarik)

Ukhty: Apa ada Bahasan lagi..??

Akhy: Ukh. Ta'aruf yukk :")

Ukhty: Haaah..??

Akhy: Iya Ta'aruf. Tapiii.

Ukhty: Tapii..?? Tapi apa..?? Kita ketemu dulu gitu..?? Jalan makan bareng gtu..??

Nggk...!! Ta'aruf skrg isi nya Pacaran.
Itu namanya Minta Pacaran mengatas namakan TA'ARUF..!!

Akhy: (malu) Emng kriteria pria idaman Ukhty sprti Apa..??

Ukhty: Sederhana saja.
Tidak suka Menunda sholat.
Tidak suka menunda Janji.
Tidak suka Menunda Pekerjaan.
Dan tidak MENUNDA PERNIKAHAN.

Akhy: Klo Pria paling Istinewa di mata ukhty sprti apa..??

Ukhty: Pria paling istimewa itu
Yang GEMAR menangis di malam hari
Dan senang Menebar senyum di siang Hari.

Akhy: Alasannya..??

Ukhty: Karna. Klo Pria Menangis di malam hari sebab ingat dosa nya. Dia pria Yang Pantas ku Tunggu. :")

Dosa yg menyebab kan ia ke neraka saja di ingat.
Apalagi aku yg membantu dia menuju syurgaNya.

Akhy: Meski dia gak Tampan..??

Ukhty: Tampan Rupa memang menyejukan mata.
Tapi apa artinya mata sejuk jika Hati biru Lebam karenanya..??

Akhy: Meski dia gak kaya..??

Ukhty: Kaya memang dapat membeli segalanya. Namun kekayaan tak dapat membeli syurga...!!

Akhy: Jika lelaki mencintaimu karna suara mu yg memikat..??

Ukhty: Siapa yang Akan menemani ku kelak jika mulut ku mulai menelan OBAT..??

Akhy: Jika karna ke elokan Tubuh yg kamu miliki..??

Ukhty: Siapa yang akan menemani ku nanti jika Raga ini Rapuh..??

Akhy: Apa yg ukhty lakukan jika dilanda Rindu terhadap Jodoh..??

Ukhty: Do'a jalan pintasku untuk Menyapa nya.
Sebab do'a sesuatu yang mustahil pun bisa Mustajab.

Akhy: Apa obat paling mujarab ketika dilanda cinta..??

Ukhty: "Tidak Ada obat paling mujarab dalam penyakit cinta selain MENIKAH."
(Ibnul Qayim)

Akhy: Ada ga sih Hal yang membuat wanita terasa Di HINA..??

Ukhty: Ya ada. Penghinaan bagi Wanita ialah
"Ketika ia di cintai PRIA namun tak ada NIAT untuk MENIKAHI."
(Ummu Khadijah)

Akhy: Apa nggak bosan Malam minggu slalu sendirian..??

Ukhty: hehe... Malam Minggu itu tak PENTING.
Yang penting itu MALAM LAMARAN.

Akhy: Apa sih yang diharapkan wanita..??

Ukhty: Wanita bosan diberi Janji.
Mau nya cincin langsung melingkar dijari (KHITBAH)

Akhy: Kado terindah bagi wanita..??

Ukhty: MAHAR

Akhy: Moment terindah..??

Ukhty: IJAB QABUL..!!

Akhy: Apa ukhty sedih ketika tidak di bersamakan dengan seseorang yg slalu ukhty sebut nama nya dlm do'a ukhty..??

Ukhty: Aku tidak sedih ketika aku tidak dibersamakan dengan pria yg selalu ku sebut nama nya dalam Do'a.

Karna Aku yakin aku akn dibersamakn dengan pria yg slalu menyebut nama ku dalam do'a nya.

Akhy: Maksud nya..??

Ukhty: Aku Bersyukur jika doa ku terkabul.
Tapi aku sujud syukur jika Aku jadi jawaban dari do'a seseorang.

Akhy: Apa sih Hal yg membuat ukhty segitu Kuat memegang Prinsip nggk Pacaran..??

Ukhty: Aku tanya. JODOH siapa yang Ngatur..??

Akhy: Allah lah.

Ukhty: Jodoh di tangan siapa..??

Akhy: Tentu Allah.

Ukhty: Toh kamu Tau jodoh Allah yang Atur.
Tugas kita tinggal deketin yang Ngatur.

Apa Akhy yakin sama Allah..??

Akhy: TENTU sangat Yakin.

Ukhty: DUSTA..!! Klo Rasa Yakin mu TINGGI, Mustahil akhy pacaran.
Sebab Yang pacaran itu di cap MENDAHULUI TAQDIR.

Akhy: Tapi kan kalo gak pacaran Gimana saling kenal nya ukh & biar saling bantu menuju pelaminan.

Ukhty: Akhy.. Allah tidak sulit untuk Menjodohkan Hamba-Nya jika mereka sudah SIAP.

Karena prinsip pernikahan bukan karena KESEPIAN tapi karena KESIAPAN.

Akhy: Jadi pokoknya kalo sudah saatnya jodoh pasti BERTEMU..?? Gitu..??

Ukhty: Haha.... Klo jodoh itu bukan pasti BERTEMU tapi Pasti MENIKAH.

Akhy: Bisa Aja.. Hee. Jadii tugas kita MEMPERBAIKI diri gitu..??

Ukhty: Na'am. Tapi niatkan Memperbaiki diri karna ALLAH bukan Karna JODOH.

Akhy: Hehe... Terus cara supaya dapat jodoh pintar ngaji. Menjaga Sholat. Berbakti sama orang tua & Jujur.
Gimana..??

Ukhty: Cara nya cuma SATU.
Bawa diri kita kepada LEVEL tersebut.

Karna sifat jodoh kadang tak jauh dengan sifat kita.

Kan "Ath-thoyyibuna liith-thoyibat" kata Allah.
Orang baik hanya untuk yang BAIK.

Akhy: Ya Akhy faham skrg. (terharu)

Ukhty: Akhirul kalam.
.
.
Dari dialog diatas, apakah masih mau pacaran...??
.
🍃 Boleh di share biar lebih bermanfaat buat orang banyak, kalo pelit di simpen sendiri juga gak apa apa =D

🍃 Rasulullah S.A.W bersabda :"Barang siapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya,maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala." (HR. Al-Bukhari)

🍃 Silahkan Klik Like dan Bagikan di halamanmu agar kamu dan teman-temanmu senantiasa istiqomah dan bisa meningkatkan ketakwaannya kepada ALLAH SWT.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

HIJRAH ITU PERUBAHAN

" *HIJRAH ITU PERUBAHAN* "

Hijrah tidak sekedar berarti perpindahan tapi lebih bermakna perubahan.

Secara keseluruhan ajaran Islam adalah ajaran perubahan, bergerak menjadi.

Islam itu sendiri adalah agent of change (agen perubahan).

Setidaknya ada 4 pilar perubahan yg dikumandangkan
Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam sejak turunnya Risalah Kenabian,
hingga terbentuk tatanan masyarakan yang kuat, disegani dan berbudaya:

1. Mina al-kufr ila al-iman (dari kufur berubah jadi iman),

2. Min al-syirk ila al-tauhid (dari syirik berubah jadi tauhid),

3. Min al-jahiliyyah ila al-Islamiyyah (dari kebodohan berubah jadi kepasrahan),

4. Min al-dzulumat ila al-nur (dari kegelapan berubah menjadi pencerahan).

Kini rambut kita berubah tidak seperti tahun lalu, uban semakin banyak, botak semakin lebar.

Wajah kita berubah, tidak seperti tahun lalu, tambah berkerut, pipi kendur.

Mata kita berubah, semakin kurang penglihatan, pandangan jadi kabur.

Tenaga kita tak sekuat dulu, berubah menjadi semakin lemah dan loyo.

Secara fisikal lambat laun badan kita berubah menjadi semakin lemah.

Biarkan fisik kita berubah menjadi lebih lemah, tapi nalar pikiran kita harus berubah menjadi lebih cerdas.

Hati nurani kita berubah menjadi lebih tenang dan lembut.

Jiwa kita berubah menjadi lebih lapang, lebih santun, lebih sayang, dan lebih tenteram.

Berubah itu sunnatullah
.
Berubah menjadi lebih baik.

Berubah menjadi lebih kaya.

Berubah menjadi lebih tenteram.

Berubah menjadi lebih peduli.

Berubah menjadi lebih sehat.

Berubah menjadi lebih maju.

Berubah menjadi lebih dinamis.

Kita berubah maka pertanda Kita masih hidup.

Kita statis, maka sejatinya Kita telah mati.

Firman Allah Ta'ala :

ﻭَﻣَﻦ ﻳُﻬَﺎﺟِﺮْ ﻓِﻲ ﺳَﺒِﻴﻞِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻳَﺠِﺪْ ﻓِﻲ ﺍﻟْﺄَﺭْﺽِ ﻣُﺮَﺍﻏَﻤًﺎ ﻛَﺜِﻴﺮًﺍ ﻭَﺳَﻌَﺔً ۚ
ﻭَﻣَﻦ ﻳَﺨْﺮُﺝْ ﻣِﻦ ﺑَﻴْﺘِﻪِ ﻣُﻬَﺎﺟِﺮًﺍ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻭَﺭَﺳُﻮﻟِﻪِ ﺛُﻢَّ ﻳُﺪْﺭِﻛْﻪُ ﺍﻟْﻤَﻮْﺕُ ﻓَﻘَﺪْ ﻭَﻗَﻊَ ﺃَﺟْﺮُﻩُ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟﻠَّﻪِ ۗ ﻭَﻛَﺎﻥَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻏَﻔُﻮﺭًﺍ ﺭَّﺣِﻴﻤًﺎ

Barangsiapa berhijrah di jalan Allah,
niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezki yang banyak.
Barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya,
kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju),
maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah.
Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
(QS. An Nisaa’ 100]

Hadits :

ﺍﻟْﺄَﻋْﻤَﺎﻝُ ﺑِﺎﻟﻨِّﻴَّﺔِ ﻭَﻟِﻜُﻞِّ ﺍﻣْﺮِﺉٍ ﻣَﺎ ﻧَﻮَﻯ ﻓَﻤَﻦْ ﻛَﺎﻧَﺖْ ﻫِﺠْﺮَﺗُﻪُ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻭَﺭَﺳُﻮﻟِﻪِ ﻓَﻬِﺠْﺮَﺗُﻪُ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟﻠَّﻪِ
ﻭَﺭَﺳُﻮﻟِﻪِ ﻭَﻣَﻦْ ﻛَﺎﻧَﺖْ ﻫِﺠْﺮَﺗُﻪُ ﻟﺪُﻧْﻴَﺎ ﻳُﺼِﻴﺒُﻬَﺎ ﺃَﻭْ ﺍﻣْﺮَﺃَﺓٍ ﻳَﺘَﺰَﻭَّﺟُﻬَﺎ ﻓَﻬِﺠْﺮَﺗُﻪُ ﺇِﻟَﻰ ﻣَﺎ ﻫَﺎﺟَﺮَ ﺇِﻟَﻴْﻪِ

“Semua perbuatan tergantung niatnya,
dan (balasan) bagi tiap-tiap orang (tergantung) apa yang diniatkan;
barangsiapa niat hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya,
maka hijrahnya adalah kepada Allah dan Rasul-Nya.
Barangsiapa niat hijrahnya karena dunia yang ingin digapainya atau
karena seorang perempuan yang ingin dinikahinya,
maka hijrahnya adalah kepada apa dia diniatkan.”.
(HR.Bukhari : 52)

Semoga Bermanfaat
"MUHASABAH DIRI"

FOLOW instaram @qorryselvia

Aurat menurut pandangan 4 mazhab

Aurat perempuan atau anggota tubuh yang harus ditutupi itu berbeda sesuai dengan situasi atau kondisi dengan siapa dia berkumpul atau bertemu. Apakah dengan sesama wanita, dengan laki-laki bukan mahram, dengan pria yang mahram atau saat shalat. Penjelasan ini berdasarkan pandangan ulama fiqih madzhab empat yaitu Syafi'i, Hanafi, Maliki dan Hambali. 

1.. Aurat Perempuan dengan Sesama Wanita Muslimah.

Jumhur Ulama berpendapat bahwa aurat wanita di depan perempuan lain sama dengan auratnya laki-laki yaitu antara pusar sampai lutut. Dalam kitab Al-Mausu'ah al-Fiqhiyah dikatakan: 

ذهب الفقهاء إلى أن عورة المرأة بالنسبة للمرأة هي كعورة الرجل إلى الرجل، أي ما بين السرة والركبة، ولذا يجوز لها النظر إلى جميع بدنها عدا ما بين هذين العضوين ، وذلك لوجود المجانسة وانعدام الشهوة غالبا ، ولكن يحرم ذلك مع الشهوة وخوف الفتنة. 

“Para ahli fiqih berpendapat bahwa aurat wanita dengan sesama perempuan itu sama dengan aurat laki-laki yaitu antara pusar sampai lutut. Oleh karena itu wanita boleh memandang seluruh tubuh wanita lain kecuali antara pusar dan lutut. Hal itu disebabkan karena sesama jenis dan umumnya tidak ada syahwat. Akan tetapi haram hukumnya apabila melihat disertai syahwat dan takut terjadi fitnah.” 

Namun menurut suatu pendapat dalam madzhab Maliki dan Hanbali, aurat wanita dengan wanita lain adalah kedua kemaluan depan dan belakang saja. Menurut Imam al-Mardawi dalam kitab al-Inshaf mengtakan bahwa ini adalah salah satu pendapat dalam madzhab Hambali. 

2.Aurat Anak Perempuan (Belum Baligh).
Anak kecil perempuan usia di bawah 4 (empat) tahun maka tidak ada aurat baginya menurut madzhab HanafiMaliki dan Hambali.

Anak kecil perempuan usia di atas 4 (empat) tahun dan belum mengundang syahwat maka auratnya adalah depan dan belakang (farji dan dubur) menurut madzhab Hanafi. Apabila mengundang syahwat, maka auratnya sama dengan perempuan dewasa walaupun usianya di bawah 10 tahun menurut madzhab Syafi'i, Hanafi dan Maliki.

Anak perempuan usia 7 (tujuh) tahun ke atas, auratnya di depan laki-laki bukan mahram adalah seluruh tubuh menurut madzhab Hanbali kecuali wajah, leher, kepala, tangan sampai siku dan kaki.

Anak perempuan usia 10 tahun auratnya sama dengan wanita usia dewasa yakni seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan menurut madzhab Syafi'i, Hanafidan Hambali.

3.AURAT PEREMPUAN BUKAN MAHROM

A.Madzhab Syafi'i: Di depan laki-laki yang bukan mahram seluruh tubuh wanita adalah aurat (harus ditutup) kecuali wajah, telapak tangan dan telapak kaki. Dalam kiab al-Umm juz I halaman 89, Imam asy-Syafi'i berkata: 

وكل المرأة عورة، إلا كفيها ووجهها. وظهر قدميها عورة 

“Seluruh tubuh wanita itu aurat kecuali kedua telapak tangan dan wajah. Sedang bagian atas kaki adalah aurat (telapak kaki bukan aurat).” 

B.Madzhab Maliki: Madzhab Maliki sama dengan Madzhab Syafi'i bahwa aurat wanita itu adalah seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan. Imam ‘Iyadh Rh. Berkata: 

ولا خلاف أن فرض ستر الوجه مما اختص به أزواج النبي صلى الله عليه وسلم 

“Tidak ada perbedaan ulama mengenai wajibnya menutupi wajah wanita, itu (wajibnya menutupi wajah) termasuk salah satu kekhususan bagi para istri Nabi Saw.” 

C.Madzhab Hanafi: Seluruh ulama madzhab Hanafi berpendapat bahwa wajah dan kedua tangan perempuan boleh terbuka/bukan aurat. Dan laki-laki boleh memandang wajah perempuan asal tidak syahwat. Abu Ja’far ath-Thahawi dalam Syarh Ma'ani al-Atsar juz II halaman 392 menyatakan:

أبيح للناس أن ينظروا إلى ما ليس بمحرَّم عليهم من النساء إلى وجوههن وأكفهن، وحرم ذلك عليهم من أزواج النبي. وهو قول أبي حنيفة وأبي يوسف ومحمد رحمهم الله تعالى 

“Diperbolehkan bagi seseorang untuk memandang sesuatu dari perempuan yang tidak diharamkan atasnya, yakni wajah dan telapak tangan mereka. Diharamkan yang demikian itu (memandangnya) adalah bagi para istri Nabi Saw. Yang demikian itu adalah pendapat Abu Hanifah dan Abu Yusuf dan Muhammad Rahimahumullahu ta’ala.” 

D.Madzhab Hambali: Madzhab Hambali termasuk yang paling ketat dalam masalah aurat wanita. Imam Ahmad bin Hambali pendiri madzhab ini berpendapat dalam salah satu riwayat bahwa seluruh tubuh wanita adalah aurat termasuk kukunya, baik saat shalat maupun di luar shalat. Namun dalam riwayat yang lain Imam Ahmad bin Hambali menyatakan bahwa wajah dan telapak tangan wanita bukan mahram. Imam al-Mardawi dalam kitab al-Inshaf juz I halaman 452 berkata: 

الصحيح من المذهب أن الوجه ليس من العورة 

“Bahwa yang benar dari Madzhab Hambaliadalah berpendapat wajah bukanlah aurat.”

4.Aurat Perempaun dengan Laki-laki Mahram.

Madzhab Syafi'i: Aurat wanita saat bersama dengan laki-laki mahram adalah antara pusar sampai lutut. Itu berarti sama dengan aurat wanita dengan sesama wanita. Berdasarkan keterangan Imam Khatib asy-Syarbini dalam kitab Mughni al-Muhtaj juz I halaman 185 dan juz III halaman 131. 

Madzhab Maliki: Ulama Madzhab Maliki berpendapat bahwa aurat perempuan di depan laki-laki mahram adalah selain wajah dan sekitar wajah yakni kepala dan leher. Sebagaiman keterangan Imam Ibnu Qudamah dalam kitab al-Mughni juz VI halaman 554, Kasyaf al-Qina' juz V halaman 11 dan ad-Dasuqi juz III halaman 214. 

Madzhab Hambali: Ulama Madzhab Hambali berpendapat bahwa aurat perempuan di depan laki-laki mahram adalah selain wajah dan sekitar wajah yakni kepala, leher, tangan dan saq (antara lutut sampai telapak kaki). Sebagaiman keterangan Imam Ibnu Qudamah dalam kitab al-Mughni juz VI halaman 554, Kasyaf al-Qina' juz V halaman 11 dan ad-Dasuqi juz III halaman 214. 

Madzhab Hanafi: Aurat wanita di depan laki-laki mahram adalah sama dengan pendapat Madzhab Maliki dan Hanbali yaitu selain wajah, kepala dan leher ditambah dada. Dalam Madzhab Hanafi laki-laki boleh memandang dada wanita mahram apabila tidak syahwat. Berdasarkan keterangan dalam kitab Hasyiyah Ibnu ‘Abidin juz I halaman 271. 

5.Aurat Perempuan Ketika Shalat.
Menutupi aurat ketika shalat adalah wajib dilakukan sejak awal sampai akhir shalat. Apabila aurat terbuka di tengah shalat tanpa sengaja, maka shalatnya tidak batal asalkan sedikit dan segera ditutup. Apabila terbukanya secara sengaja maka shalatnya batal dan wajib mengulangi. Batas aurat wanita saat shalat menurut madzhab yang 4 (empat) adalah: 

Madzhab Syafi'i: Ketika shalat seluruh tubuh wanita adalah aurat kecuali wajah dan telapak tangan luar dan dalam. 

Madzhab Hanafi: Ketika shalat aurat perempuan adalah seluruh tubuh kecuali; telapak tangan bagian dalam (bagian luar telapak tangan termasuk aurat) dan bagian luar telapak kaki (telapak kaki bagian dalam adalah aurat). 

Madzhab Hanbali: Ketika shalat aurat perempuan adalah seluruh tubuh kecuali wajah. 

Madzhab Maliki: Dalam Madzhab Maliki membagi aurat wanita ketika shalat menjadi 2 (dua) yaitu mughalladzah (berat) dan mukhaffafah (ringan) dan masing-masing memiliki hukum tersendiri. Aurat mughalladzah adalah seluruh anggota tubuh selain seputar kepala, dada dan punggung atau antara pusar sampai lutut. Aurat mukhaffafah (ringan) adalah seluruh tubuh selain dada, punggung, leher, lengan (antara siku sampai pergelangan tangan) dan dari lutut sampai akhir telapak kaki atau selain pusar sampai lutut kaki. Terbukanya aurat mughalladzah ketika shalat dapat membatalkan shalat. Sedang terbukanya aurat mukhaffafah tidak membatalkan shalat. Akan tetapi disunnahkan mengulangi shalat apabila waktu mencukupi.

Itulah aurat perempuan dari balita sampai dewasa berdasarkan pendapat 4 Madzhab. Semoga info berikut bermanfaat untuk anda sendiri dan anak anda. Jagalah aurat karena aurat mencerminkan iman dan akhlak kita.

Apa itu Aurat menurut islam??

Aurat adalah bagian dari tubuh manusia yang diharamkan untuk dilihat apalagi dipegang, untuk wanita, seluruh tubuhnya adalah aurat kecuali kedua telapak tangan dan muka (pada penjelasan lain seluruhnya adalah aurat kecuali alat penglihatan, sedangkan untuk pria adalah bagian pusar (perut) kebawah hingga di bawah lutut.

Nah tidak ada salahnya bagi Kamu yang merasa wanita dan ktpnya muslim/islam ada benarnya menutup semua auratmu demi menjaga birahi kaum Adam, dan mengurangi beban dosa yang nanti akan di perhitungkan setelah kita mati(saat peradilan Allah telah tiba). KALO TAK PERCAYA MATI DULU AJA….
Karna menutup AURAT BUKAN DARI HATI
TETAPI DARI KEOLA HINGGA MATA KAKI.

Knp? Wanita di dunia lebih baik dri bidadri? Yuk intip

Suatu ketika Ummu Salamah r.a. pernah bertanya kepada Rasulullah saw. mengenai mana yang lebih utama antara wanita dunia dengan bidadari surga, inilah jawaban Rasulullah, “Ya Rasulullah, beritakanlah kepada kami, mana yang lebih utama di surga, wanita di dunia ataukah bidadari surga?” Rasulullah saw. lalu menerangkan bahwa perempuan dunia ketika di surga akan sangat lebih utama dari bidadari surga karena salat, puasa, dan ibadah yang dilakukannya.

Kabar ini tentu saja membuat setiap wanita menjadi senang dan lebih ingin memperbaiki dirinya agar bisa membuat para bidadari cemburu karena kesolehahannya. Namun, bagaimana sebenarnya keadaan bidadari surga itu ya? Apakah mereka benar-benar akan cemburu pada wanita solehah? Berikut ini terdapat dialog panjang antara Ummu Salamah dengan Rasulullah mengenai keadaan bidadari surga yang sesungguhnya dan betapa cemburunya bidadari surga terhadap wanita solehah.

Dari Imam Thabrani meriwayatkan sebuah hadis dari Ummu Salamah, bahwa Ummu Salamah berkata, “Ya Rasulullah, jelaskan padaku firman Allah tentang bidadari-bidadari yang bermata jeli…” Beliau menjawab, “Bidadari yang kulitnya begitu bersih, matanya jeli dan lebar, rambutnya berkilau bak sayap burung Nasar.”

Ummu Salamah berkata lagi, ”Jelaskan padaku ya Rasulullah, tentang firman-Nya, ‘Laksana mutiara yang tersimpan baik…’” Beliau menjawab, “Kebeningannya seperti kebeningan mutiara di kedalaman lautan, tak pernah tersentuh tangan manusia.”

Aku bertanya, “Ya Rasulullah jelaskanlah kepadaku tentang firman Allah, ‘Di dalam surga itu terdapat bidadari yang baik-baik lagi cantik-cantik,’” Beliau menjawab, ”Akhlaknya baik dan wajahnya cantik jelita.”

Bidadari cemburu lo dgn wanita sholihah.kenapa??

Betapa cemburunya bidadari surga terhadap wanita solehah. Bagaimana bisa? Bukankah bidadari terlalu istimewa bahkan untuk disejajarkan dengan wanita dunia? Jawabannya adalah tentu saja bisa! Bidadari surga yang kabarnya memiliki mata jeli, berkulit lembut, berwajah cantik, memiliki rambut yang berkilau sangat indah, suci laksana mutiara indah yang belum pernah tersentuh tangan manusia, dan memiliki perangai akhlak yang baik, bisa terkalahkan oleh wanita dunia. Wanita dunia? Hanya wanita dunia?

Tidak! Wanita dunia yang tidak sekadar wanita biasa. Akan tetapi, wanita dunia yang solehah. Wanita yang memiliki kualitas ibadah sangat baik, wanita solehah yang setiap kali disebut nama Allah selalu bergetar hatinya, wanita solehah yang selalu tunduk dan taat pada perintah orang tua dan suaminya, wanita solehah yang kehadirannya mampu menghadirkan banyak kebaikan disekelilingnya, dan wanita solehah yang selalu menjaga dirinya dengan salat dan puasa. Ya, itulah wanita solehah yang meskipun seringkali tidak terkenal di bumi namun namanya sangat terkenal oleh penduduk langit. Inilah yang membuat betapa cemburunya bidadari surga terhadap wanita solehah.

4 wanita Contoh Teladan

Memiliki istri salihah selalu menjadi dambaan setiap laki-laki. Namun, seperti apa gambaran yang perlu kita pahami sehingga seorang muslimah dapat dikatakan sebagai istri salihah? Tulisan ini menceritakan kisah nyata islami yang bisa dijadikan pelajaran oleh keluarga islami. Kita akan belajar tentang sebaik-baiknya muslimah yang patut kita contoh sebagai seorang istri. Dalam sebuah hadis, Rasulullah pernah bersabda, “Sebaik-baik perempuan muslimah surga adalah Khadijah, Fatimah, Maryam, dan Asiyah,” (H.R. Baihaqi).

1.Siti Khadijah

Suatu hari, datanglah malaikat Jibril kepada Rasulullah, kemudian berkatala, “Ya Rasulullah, Khadijah sebentar lagi akan datang membawa bejana berisi lauk, makanan, atau minuman. Kalau ia sudah datang, sampaikan salam dari Allah dan dariku. Dan, berikan kabar gembira dengan rumah di surga,” (H.R. Bukhari dan Muslim).

Lihatlah betapa salihahnya beliau hingga Allah menitipkan salam untuknya melalui perantara malaikat Jibril dan Rasulullah. Khadijah dikenal dengan kedermawanannya memberikan segala yang ia punya untuk kepentingan dakwah suami tercintanya, yakni Rasulullah. Khadijah ikhlas meski hartanya habis untuk kepentingan dakwah sehingga tidak heran jika Rasulullah sangat terkesan pada sosoknya. Ia pun tidak pernah hilang dalam ingatan Rasulullah, meskipun ia sudah tiada dan Rasulullah sudah memiliki istri lain yang juga salihah.

Banyak sekali keistimewaan Khadijah yang membuatnya begitu dicintai oleh Rasulullah. Ia perempuan pertama yang percaya dan beriman kepada Allah dan Rasulullah. Selain patuh dan percaya sepenuhnya kepada Rasulullah, Khadijah juga membantu perjuangan dakwah Rasulullah dari berbagai aspek, mulai dari harta, tenaga, pikiran, hingga hal lainnya.

Hal itulah yang bisa dicontoh oleh para muslimah ketika telah menikah dan memiliki suami. Dukunglah suami,jika ia memiliki tujuan berdakwah untuk umat. Bantu semampu yang kita mampu untuk kepentingan dakwahnya dan ikhlaslah mengharap ridha dari Allah saja. Semoga kita semua yang sedang berusaha menjadi istri salihah dapat bertemu dengan Khadijah di Taman Firdaus kelak.الهم امين.

2.FATIMAH AZZAHRA

Fatimah Azzahra adalah anak dari Khadijah dan Rasulullah. Sosoknya selalu mengagumkan karena ia mengajarkan kepada kita tentang bakti seorang anak terhadap orang tua. Anak perempuan yang salihah memiliki potensi menjadi istri yang salihah juga.

Fatimah adalah anak kesayangan Rasulullah. Meskipun dia adalah putri dari orang nomor satu di dunia, Fatimah tidak pernah menyombongkan diri. Bahkan, dalam urusan memilih jodoh, dia sangat patuh pada pilihan Rasulullah, meskipun orang yang dijodohkan kepadanya bukanlah seseorang yang bergelimang harta, yakni Ali bin Abu Thalib. Baginya, dalam memilih pasangan, kekayaan harta bukanlah tolak ukur, melainkan keimanan dan ketakwaan orang yang kelak mendampinginya dalam mengarungi bahtera rumah tanggalah yang paling penting.

Bakti dan rasa sayang seorang Fatimah terhadap ayahandanya selalu dibuktikan dengan sikap yang terang-terangan, tidak hanya diucapkan di bibir saja, seperti dua kisah di bawah ini.

Pertama, ketika Perang Uhud selesai, Nabi mengalami luka yang cukup parah di bagian pipinya. Gigi Rasulullah patah, kemudian kakinya terluka. Tidak sedikit darah yang keluar dari bagian tubuh Rasulullah yang terluka. Dengan dibantu Ali, Fatimah membersihkan dan menghentikan aliran darah pada tubuh Rasulullah dengan sabar. Ia melakukan hal tersebut karena keikhlasan dan kecintaan terhadap ayahnya.

Kedua, suatu hari, Rasulullah pernah dilempari darah dan kotoran unta oleh Uqbah bin Abi Muith saat sedang sujud di depan Kabah. Fatimah yang mendengar hal itu mengetahui bahwa ayahnya tidak bersalah dan ia melihat bahwa ayahnya sedang dizalimi oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab tanpa alasan yang jelas. Fatimah pun datang menghampiri Rasulullah dan membersihkan kotoran itu dari kepala ayahnya. Setelah itu, ia menghampiri dan memarahi para kafir Quraisy. Karena ia masih kecil, bukan didengarkan, ia justru ditertawakan. Meski begitu, Fatimah sudah menunjukkan bahwa ia memiliki sikap yang tegas dan berani dalam melihat mana yang benar dan mana yang salah.

Kisah tersebut merupakan sebuah pelajaran bagi kita tentang cara seorang anak yang berani membela ayahnya ketika sang ayah dizalimi oleh orang lain. Kisah tersebut cukup menyentuh hati dan memperlihatkan bahwa Fatimah adalah anak yang pemberani. Selain itu, darinya juga kita dapat belajar bahwa sebelum belajar menjadi istri yang patuh kepada suami, belajarlah menjadi anak yang patuh pada orang tua. Dapatkan ridha Allah dengan mendapatkan ridha orang tua dan juga ridha dari suami.

3.Aisyah

Ya Tuhanku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga dan selamatkanlah aku dari Firaun dan perbuatannya. Dan, selamatkanlah aku dari kaum yang zalim,” (Q.S. At-Thamrin: 11). Dalam doanya, bisa dilihat betapa sulitnya hidup di posisi Asiyah. Hati kecil selalu menuntunnya untuk menjadi orang yang beriman dan taat kepada Allah, tetapi lingkungan yang ia miliki tidak mendukunganya pada hal itu.

Semua tahu siapa suami dari Asiyah. Ya, dialah seorang manusia yang sangat sombong bernama Firaun. Saking sombongnya, ia bahkan berani merebut kesombongan yang seharusnya hanya dimiliki oleh Allah dengan mengatakan dirinya adalah Tuhan. Barang siapa menolak titahnya, kematian adalah balasannya.

Asiyah membuktikan keteguhan hatinya saat terjadi peristiwa adu ilmu antara tukang sihir utusan Firaun dengan Musa as.. Asiyah bertanya pada pengawal kerajaan, “Siapakah yang menang?” Mereka pun menjawab, “Musa dan Harun.” Asiyah pun kemudian berkata, “Aku beriman kepada Tuhannya Musa dan Harun.” Pernyataan Asiyah tersebut menjadi tamparan yang keras bagi Firaun di muka umum. Karena kemarahannya yang begitu besar, Firaun pun mengancam  akan melempari Asiyah dengan batu besar di padang pasir yang panas. Namun, karena ketaatannya kepada Allah, Asiyah tidak takut dan tetap teguh pada pendiriannya. Keteguhan Asiyah pun dicatat oleh Allah di dalam Alquran.

Sebagai muslimah, mungkin kita memiliki cerita yang berbeda-beda dalam meneguhkan hati untuk menjaga diri dan keimanan kita terhadap Allah. Ketika lingkungan tidak mendukung keinginan kita untuk menjadi perempuan salihah, ingatlah bahwa hal ini juga pernah terjadi pada Asiyah. Janganlah pernah merasa sendiri. Selain itu, bagi para muslimah yang tidak memiliki masalah dengan lingkungan, tetapi sulit sekali berubah karena selalu mengada-adakan masalah, tidakkah seharusnya kalian bersyukur karena tidak harus diancam akan dilempari batu besar di gurun pasir hanya untuk sekadar menutup aurat dan menguatkan keimanan kepada Allah? Lawanlah rasa malas itu dan ingatlah bahwa balasan bagi orang teguh terhadap keimanan dan ketakwaan adalah surga seperti yang Allah janjikan kepada Asiyah.

4.MARYAM

Di zaman yang kini serbamodern dan banyak orang yang menyalahgunakan arti kata kebebasan, kita dapat menjumpai banyak fenomena menyedihkan mengenai perempuan. Kini, banyak perempuan yang tidak bisa menjaga kesuciannya dengan rela melepaskan kehormatannya hanya untuk kesenangan duniawi semata. Kesenangan yang hanya terlihat indah di mata, tetapi tidak dirasakan indah di hati kecilnya sendiri. Ada baiknya kita melihat kembali kisah nyata di masa lalu yang bisa kita contoh saat ini, yakni kisah tentang Siti Maryam binti Ibrahim.

Maryam adalah figur seorang muslimah yang konsisten menjaga kesuciannya. Sebuah harga mahal seorang wanita yang sudah sulit sekali ditemukan di kalangan perempuan zaman sekarang. Suatu ketika, ujian Allah datang kepadanya, yaitu malaikat mengaruniakan seorang anak kepadanya saat  ia masih seorang gadis yang tidak memiliki suami. Jika dipikir secara rasional, hal ini sangat tidak masuk akal. Namun, takdir yang Allah tetapkan terhadapnya ia terima dengan ikhlas. Karena kesuciannya, Allah memercayakannya untuk mengandung dan melahirkan Nabi Isa as.. Setelah melahirkan, ia mendidik Nabi Isa dengan sangat baik sehingga terlahirlah pejuang ajaran Allah di muka bumi.

Ada proses panjang yang harus dilalui oleh wanita suci ini sehingga namanya tercatat dalam hadis sebagai wanita yang dijamin masuk surga. Ia harus hidup dengan sulit karena banyak hinaan juga cemoohan yang datang bertubi-tubi kepadanya. Namun, lagi-lagi, ketaatan dan ketakwaan kepada Allah-lah yang membuat muslimah ini kuat dan bersabar dengan cobaan yang datang. Ini karena ia menyadari bahwa hanya Allah-lah yang tahu kalau dirinya tidak pernah berbuat hal sekeji itu. Ia hanya beriman kepada Allah dan tidak peduli pada pandangan orang-orang di sekitarnya. Ia tidak memusingkan cemoohan dan hinaan orang-orang yang tidak tahu apa-apa.

Begitulah keempat kisah nyata muslimah zaman dulu yang dijanjikan Allah masuk surga. Para muslimah masa kini dapat memetik hikmahnya. Selain itu, kita dapat mencontoh dan mengaplikasikannya dalam kehidupan saat ini. Wallahualam bissawab.

-Qorry Selvia-
Folow ig @qorryselvia

Bentuk penjagaan wanita

1.Wanita diperintahkan menutup aurat

Islam menjaga wanita dengan perintah untuk menutupi seluruh tubuhnya dengan kain. Inilah yang disebut perintah menutup aurat.
Seperti dlam firman Allah yang artinya :

Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu'min: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."
(Al - Ahzab [33] :59)

“Dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya”
(QS. An Nur: 31)

Yang dimaksud menurut ulama pakar tafsir adalah wajah dan kedua telapak tangan. Wajah dan kedua telapak tangan bukanlah aurat karena kebutuhan yang menuntut keduanya untuk ditampakkan.
(Lihat Al Iqna’, 1: 221)

Ibnu Qasim Al Ghozzi berkata, “Aurat wanita merdeka di dalam shalat adalah seluruh tubuhnya kecuali wajah dan telapak tangan, termasuk dalam telapak tangan adalah bagian punggung tangan dan dalam telapak tangan. Adapun aurat wanita merdeka di luar shalat adalah seluruh tubuhnya. Ketika sendirian aurat wanita adalah sebagaimana pria -yaitu antara pusar dan lutut-.”
(Fathul Qorib, 1: 116)

Aurat wanita wajib ditutupi ketika berhadapan dengan laki laki yang bukan mahram. Begitulah perhatian agama ini dalam menjaga kesucian wanita. Keindahan tubuh wanita adalah suatu bentuk godaan yang dapat menimbulkan minat untuk melakukan kejahatan kepada mereka. Wanita diperintahkan untuk menutupi auratnya dengan kain jilbab agar kehormatannya terjaga dan keberadaannya tidak akan digangu. 

Wanita adalah godaan terbesar bagi laki laki 

Sebagaimana hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang diriwayatkan dari Usamah Bin Zaid. Beliau bersabda,

مَا تَرَكْتُ بَعْدِى فِتْنَةً أَضَرَّ عَلَى الرِّجَالِ مِنَ النِّسَاءِ
“Aku tidak meninggalkan satu godaan pun yang lebih membahayakan para lelaki selain fitnah wanita.”
(HR. Bukhari no. 5096 dan Muslim no. 2740)

Wanita yang keluar rumah akan dihiasi setan

 Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengingatkan kepada kita bahwa,

الْمَرْأَةُ عَوْرَةٌ، وَبِأَنَّهَا إِذَا خَرَجَتْ مِنْ بَيْتِـهَا اسْتَشْـرَ فَهَا الشَّيْـطَانُ
“Wanita itu adalah aurat, jika ia keluar rumah, maka syaithan akan menghiasinya.” (Hadits shahih. Riwayat Tirmidzi no. 1173, Ibnu Khuzaimah III/95 dan ath-Thabrani dalam Mu’jamul Kabiir no. 10115, dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhuma)

2.Wanita diperintahkan tinggal di rumah

Allah subhanahu wa ta'ala memerintahkan wanita untuk tetap tinggal di rumah. Allah berfirman yang artinya:

Monday, 22 February 2016

Sebaik Baik Perhiasan Dunia adalah Wanita Shalihah

Bersyukurlah wahai saudariku para wanita muslimah. Karena seorang wanita shalihah adalah perhiasan terbaik di dunia. Sebagaimana sabda Rasulullah shalallahu'alaihi wa sallam :

اَلدُّنْيَا مَتَاعٌ وَخَيْرُ مَتَاعِ الدُّنْيَا الْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ.
"Dunia adalah perhiasan, dan sebaik baik perhiasan adalah wanita shalihah"
(HR. Muslim no 1467)

Wanita sebaik baik perhiasan dunia

Demikianlah sabda  Nabi Muhammad shalallahu'alaihi wa sallam menyebutkan bahwa sebaik baik perhiasan adalah wanita shalihah. Perhiasan adalah barang berharga yang selayaknya dijaga. Namun, sungguh disayangkan , beberapa media yang ada saat ini justru telah membolak - balikkan fakta. Keindahan wanita dianggap sempurna ketika ia memamerkannya. Keelokan parasnya menjadi barang dagangan yang dinikmati bebas dengan pandangan murahan. Sadarkah kita, jika sesuatu yang diobral itu rendah harganya? Maka mengobral keindahan wanita tanpa kita sadari merupakan bentuk penghinaan luar biasa.

Wanita diciptakan oleh Allah subhanahu wa ta'ala dengan keindahannya. Setiap apa yang ada pada dirinya begitu menarik, mulai dari wajahnya, suaranya, hingga gerak geriknya. Semua yang ada pada wanita mulai dari ujung kaki hingga ujung rambut memiliki daya tarik. Dia seperti mutiara yang menarik bagi orang untuk melihatnya. Makin banyak tangan - tangan yang menjamahnya, maka semakin kusamlah ia dan rendah harganya.

Islam adalah agama yang sempurna. Yang telah mengatur semua yang ada di dunia ini. Allah subhanahu wa ta'ala berfirman,

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا

“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni’mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu”
(QS. Al Maidah: 3)

Di dalam islam juga sangat memuliakan wanita dengan penjagaan terhadapnya. Diantara bentuk penjagaan tersebut adalah sebagai berikut :

1. Wanita diperintahkan menutup aurat

Menutup aurat
Islam menjaga wanita dengan perintah untuk menutupi seluruh tubuhnya dengan kain. Inilah yang disebut perintah menutup aurat.

yaa ayyuhaa alnnabiyyu qul li-azwaajika wabanaatika wanisaa-i almu/miniina yudniina 'alayhinna min jalaabiibihinna dzaalika adnaa an yu'rafna falaa yu/dzayna wakaana allaahu ghafuuran rahiimaan

"Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu'min: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya1233 ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."
(Al - Ahzab [33] :59)

Muhammad Al Khotib -ulama Syafi’iyah, penyusun kitab Al Iqna’– menyatakan bahwa aurat wanita -merdeka- adalah seluruh tubuhnya kecuali wajah dan telapak tangannya (termasuk bagian punggung tangan dan bagian telapak tangan hingga pergelangan tangan). Alasannya adalah firman Allah Ta’ala,

وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا
“Dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya”
(QS. An Nur: 31)

Yang dimaksud menurut ulama pakar tafsir adalah wajah dan kedua telapak tangan. Wajah dan kedua telapak tangan bukanlah aurat karena kebutuhan yang menuntut keduanya untuk ditampakkan.
(Lihat Al Iqna’, 1: 221)

Ibnu Qasim Al Ghozzi berkata, “Aurat wanita merdeka di dalam shalat adalah seluruh tubuhnya kecuali wajah dan telapak tangan, termasuk dalam telapak tangan adalah bagian punggung tangan dan dalam telapak tangan. Adapun aurat wanita merdeka di luar shalat adalah seluruh tubuhnya. Ketika sendirian aurat wanita adalah sebagaimana pria -yaitu antara pusar dan lutut-.”
(Fathul Qorib, 1: 116)

Aurat wanita wajib ditutupi ketika berhadapan dengan laki laki yang bukan mahram. Begitulah perhatian agama ini dalam menjaga kesucian wanita. Keindahan tubuh wanita adalah suatu bentuk godaan yang dapat menimbulkan minat untuk melakukan kejahatan kepada mereka. Wanita diperintahkan untuk menutupi auratnya dengan kain jilbab agar kehormatannya terjaga dan keberadaannya tidak akan digangu. 

Wanita adalah godaan terbesar bagi laki laki 

Sebagaimana hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang diriwayatkan dari Usamah Bin Zaid. Beliau bersabda,

مَا تَرَكْتُ بَعْدِى فِتْنَةً أَضَرَّ عَلَى الرِّجَالِ مِنَ النِّسَاءِ
“Aku tidak meninggalkan satu godaan pun yang lebih membahayakan para lelaki selain fitnah wanita.”
(HR. Bukhari no. 5096 dan Muslim no. 2740)

Wanita yang keluar rumah akan dihiasi setan

 Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengingatkan kepada kita bahwa,

الْمَرْأَةُ عَوْرَةٌ، وَبِأَنَّهَا إِذَا خَرَجَتْ مِنْ بَيْتِـهَا اسْتَشْـرَ فَهَا الشَّيْـطَانُ
“Wanita itu adalah aurat, jika ia keluar rumah, maka syaithan akan menghiasinya.” (Hadits shahih. Riwayat Tirmidzi no. 1173, Ibnu Khuzaimah III/95 dan ath-Thabrani dalam Mu’jamul Kabiir no. 10115, dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhuma)

2. Wanita diperintahkan tinggal di rumah

Rumah tempat yang aman bagi wanita
Allah subhanahu wa ta'ala memerintahkan wanita untuk tetap tinggal di rumah. Allah berfirman:

waqarna fii buyuutikunna walaa tabarrajna tabarruja aljaahiliyyati al-uulaa wa-aqimna alshshalaata waaatiina alzzakaata wa-athi'na allaaha warasuulahu innamaa yuriidu allaahu liyudzhiba 'ankumu alrrijsa ahla albayti wayuthahhirakum tathhiiraan

"Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu (1) dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu (2) dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ta'atilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait (3)dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya."
(Al - Ahzab [33] :33)

(1) Maksudnya : istri - istri Rasul agar tetap dirumah dan keluar rumah jika ada keperluan yang dibenarkan oleh syara'. Perintah ini juga meliputi segenap mu'minat.
(2)Yang dimaksud jahiliyah yang dahulu adalah jahiliyah kekafiran yang terdapat sebelum Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam. Dan yang dimaksud jahiliyah sekarang adalah jahiliyah kemaksiatan, yang terjadi sesudah datangnya islam.
(3)Ahlul bait disini yaitu keluarga rumah tangga Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam

Ketahuilah wahai saudariku, rumah adalah tempat yang aman bagi wanita, sehingga dirinya diperintahkan untuk tetap di rumah dan tidak keluar rumah tanpa ada kebutuhan. Maka, tidak benar pernyataan kaum hawa yang pikirannya teracuni paham feminisme, yang menganggap islam merampas hak wanita untuk keluar rumah. Karena Allah subhanahu wa ta'ala memerintahkan hal tersebut untuk mencegah menculnya keburukan dan kejahatan yang nantinya akan muncul. Penjagaan ini adalah bukti bahwa islam memuliakan wanita, bukan merampas hak nya.

Wanita diperintahkan untuk di rumah , bukan berarti untuk membelenggu kebebasannya. Karena di rumahnya, ia tak sekedar diam mengurung diri. Begitu banyak kegiatan dan tugas agung yang menjadi tanggung jawabnya. Ia diamanahi hal yang begitu penting.

"Seorang wanita adalah pemimpin bagi anggota keluarga suaminya serta anak - anaknya dan ia akan ditanya tentang mereka"
(HR. Bukhari Muslim)

Demikianlah hal ini sudah di atur dalam islam, memuliakan wanita dengan memberi tugas untuk mengemban amanah agung, berupa kepercayaan untuk menjaga keluarganya. Selain itu seorang wanita / seorang ibu kedudukannya sangat di junjung dalam islam, hal ini berdasarkan perkataan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berikut ini.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata,
جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَنْ أَحَقُّ بِحُسْنِ صَحَابَتِى قَالَ « أُمُّكَ » . قَالَ ثُمَّ مَنْ قَالَ « أُمُّكَ » . قَالَ ثُمَّ مَنْ قَالَ « أُمُّكَ » . قَالَ ثُمَّ مَنْ قَالَ « ثُمَّ أَبُوكَ »

“Seorang pria pernah mendatangi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu berkata, ‘Siapa dari kerabatku yang paling berhak aku berbuat baik?’ Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, ‘Ibumu’. Dia berkata lagi, ‘Kemudian siapa lagi?’ Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, ‘Ibumu.’ Dia berkata lagi, ‘Kemudian siapa lagi?’ Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, ‘Ibumu’. Dia berkata lagi, ‘Kemudian siapa lagi?’ Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, ‘Ayahmu’.”
(HR. Bukhari no. 5971 dan Muslim no. 2548)

3.Wanita dilarang bertabarruj ( Berhias di depan lelaki yang bukan mahram.


Sudah menjadi suatu hal yang lumrah saat seorang wanita menyukai berhias dan mempercantik diri. Namun berhias bagi wanita di dalam islam ada yang dianjurkan, ada yang sekedar dibolehkan dan bahkan ada yang dilarang. Berhias yang dianjurkan adalah ketika wanita berhias untuk suaminya, jenis berhias ini tidak memiliki batasan. Selanjutnya, berhias yang dibolehkan , yaitu di depan sesama wanita dah lelaki mahram (orang yang haram dinikahi) dengan batasan tidak menampakkan aurat, sehingga hanya boleh menampakkan perhiasan sebatas yang melekat pada aurat.

Jenis berhias yang haram adalah berhias di depan lelaki yang bukan mahram dan inilah yang disebut dengan tabarruj. Larangan ini sebagaimana firman Allah ,

وَلاَ يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلاَّ مَا ظَهَرَ مِنْهَا
“Dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya”
(QS. An Nur: 31). Lihat Tafsir Al Jalalain, hal. 433.

Ayat ini menunjukkan larangan tegas untuk menunjukkan perhiasan. Sedangkan yang dimaksud 'kecuali yang biasa nampak dari padanya' adalah pakaian luar wanita yang memang nampak dan tidak mungkin ditutupi.

Kecantikan wanita seharusnya hanya untuk suaminya atau ia hanya boleh berhias di rumahnya, bukan diobral di luar rumah. Karena setiap wanita yang menyenangkan hati suami adalah wanita yang paling baik, hal ini sebagaimana hadits dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dia berkata,


قِيلَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ النِّسَاءِ خَيْرٌ قَالَ الَّتِي تَسُرُّهُ إِذَا نَظَرَ وَتُطِيعُهُ إِذَا أَمَرَ وَلَا تُخَالِفُهُ فِي نَفْسِهَا وَمَالِهَا بِمَا يَكْرَهُ

Pernah ditanyakan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Siapakah wanita yang paling baik?” Jawab beliau, “Yaitu yang paling menyenangkan jika dilihat suaminya, mentaati suami jika diperintah, dan tidak menyelisihi suami pada diri dan hartanya sehingga membuat suami benci”
(HR. An-Nasai no. 3231 dan Ahmad 2: 251. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih).

Ingatlah bahwa ketetapan ini datang dari Allah subhanahu wa ta'ala , Dzat yang Maha Memiliki Hikmah , Dzat yang lebih tahu tentang perkara yang memberikan manfaat bagi hamba-Nya. Aturan ini dibuat agar manusia tidak tersesat terbujuk ajakan setan dan juga sebagai wujud kasih sayang Allah subhanahu wa ta'ala kepada para hamba-Nya. Semoga Allah melunakkan hati kita, sehingga mudah bagi kita untuk melaksanakan perintah-Nya serta menjauhi semua larangan-Nya.

Wallahu ta'ala a'alam

Referensi :
Majalah Kabar Dakwah, Edisi XII - April 2015 - Juni 2015 , halaman 26 , berjudul MUtiara Berselimut Sutra
Rumaysho.com/8452-aurat-wanita-menurut-madzhab-syafii.html
Ummu 'Abdillah al Wadi'iyyah.2005. Untukmu muslimah kupersembahkan nasehatku. Sukoharjo: Maktabah al Ghuraba'
Syaikh Nashiruddin Al Albani.2002. Jilbab Wanita Muslimah. Media Hidayah
Dudung.net/quran-online/indonesia


Perhiasan Dunia wanita sholihah

Bersyukurlah wahai saudariku para wanita muslimah. Karena seorang wanita shalihah adalah perhiasan terbaik di dunia. Sebagaimana sabda Rasulullah shalallahu'alaihi wa sallam :

اَلدُّنْيَا مَتَاعٌ وَخَيْرُ مَتَاعِ الدُّنْيَا الْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ.
"Dunia adalah perhiasan, dan sebaik baik perhiasan adalah wanita shalihah"
(HR. Muslim no 1467)

Demikianlah sabda  Nabi Muhammad shalallahu'alaihi wa sallam menyebutkan bahwa sebaik baik perhiasan adalah wanita shalihah. Perhiasan adalah barang berharga yang selayaknya dijaga. Namun, sungguh disayangkan , beberapa media yang ada saat ini justru telah membolak - balikkan fakta. Keindahan wanita dianggap sempurna ketika ia memamerkannya. Keelokan parasnya menjadi barang dagangan yang dinikmati bebas dengan pandangan murahan. Sadarkah kita, jika sesuatu yang diobral itu rendah harganya? Maka mengobral keindahan wanita tanpa kita sadari merupakan bentuk penghinaan luar biasa.

Wanita diciptakan oleh Allah subhanahu wa ta'ala dengan keindahannya. Setiap apa yang ada pada dirinya begitu menarik, mulai dari wajahnya, suaranya, hingga gerak geriknya. Semua yang ada pada wanita mulai dari ujung kaki hingga ujung rambut memiliki daya tarik. Dia seperti mutiara yang menarik bagi orang untuk melihatnya. Makin banyak tangan - tangan yang menjamahnya, maka semakin kusamlah ia dan rendah harganya.

Islam adalah agama yang sempurna. Yang telah mengatur semua yang ada di dunia ini. Allah subhanahu wa ta'ala berfirman,

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا

“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni’mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu”
(QS. Al Maidah: 3)

Perhiasan pakaian wanita

WAJIBKAH WANITA BERPAKAIAN HITAM?

Pertanyaan :
apa hukum berpakaian bagi seorang Muslimah dengan warna pakaian terang. Apakah ada hadist yang menyatakan berpakaian warna gelap disunnahkan? terkait di Indonesia misalnya, yang sudah menjadi hal umum berpakaian warna terang. Apakah bisa dijadikan dalil pembolehan yang berbeda dengan Muslimah di negara-negara Arab? Mohon penjelasannya. Jazâkumullâhu khair.

Jawaban :
Seorang wanita Muslimah boleh memakai pakaian berwarna terang, berdasarkan beberapa riwayat dari para wanita salaf. Namun sepantasnya meninggalkan pakaian berwarna terang yang menarik perhatian atau berwarna-warni yang menarik hati laki-laki. Karena tujuan perintah berjilbab adalah untuk menutupi perhiasan. Kalau jilbab/pakaian itu sendiri dihiasi, dengan renda, bros, aksesoris, warna-warni yang menarik pandangan orang, maka ini bertentangan dengan firman Allah Azza wa Jalla:

وَلاَ يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ Dan janganlah para wanita Mukminat itu menampakkan perhiasan mereka. [an-Nûr/24:31]

Ummu Salamah Radhiyallahu anhuma berkata:

لَمَّا نَزَلَتْ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلاَبِيبِهِنَّ خَرَجَ نِسَاءُ اْلأَنْصَارِ كَأَنَّ عَلَى رُءُوسِهِنَّ الْغِرْبَانَ مِنْ اْلأَكْسِيَةِ

Ketika turun firman Allah “Hendaklah mereka (wanita-wanita beriman) mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka” [al-Ahzâb/33:59]

wanita-wanita Anshar keluar seolah-olah pada kepala mereka terdapat burung-burung gagak karena (warna hitam-red) kain-kain (mereka). Hadits ini menunjukkan bahwa wanita-wanita Anshar tersebut mengenakan jilbab-jilbab berwarna hitam.

Oleh karena itulah jika keluar rumah, hendaklah wanita memakai pakaian yang berwarna gelap, tidak menyala dan berwarna-warni agar tidak menarik pandangan orang. Dan tidak harus berwarna hitam, apalagi di sebagian daerah yang masyarakatnya memandang warna hitam itu menyeramkan. Wallâhu a’lam.

Kekuatan Doa

Yah...
Benar sekalii...
Yang menjadikan sumber kekuatan ku adalah Doa yang tak henti" nya aku panjatkan,aku minta pada yang menciptakan alam semesta ini ialah الله .
Tempat aku mengeluhlan semua keluhan Rindu yang ia izinkan terhadapku untuk memberikan rasa Rindu terhadapmu...
Di sini..
Aku masih yakin kepada keyakinan ku untuk selalu merangkul mu dwngan doaku...
Aku masih inggat setuap kata ucapan yang kamu sebutkan kepadaku..
Aku masih inggat kaliamatvapa yang kamu sebutkan kepadaku..
Aku masih inggt kapan aja kamu meyakinkan aku...
Aku masih inggat kesungguhan mu memohon padaku untuk tidak berhnti yakin atas kebesaran Allah...

Aku tau...
Jika kamu aja yang berusaha...
Mak sia sialah semua...
Aku tau...
Jika kamu aja yang eminta memohon oada NYA الله,semua kan menjadi sia.sia...
 Dan aku punn ...
melkaukan hal sma dengan mu...

Aku emng merindu...
Begtu sanggat merindu...
Tapi semua aku kembalikan kepada dia yang mengadirkan Rindu di antra kita...

Percayalah...
Kita jauh..
ALLAH sedanng menguji kemampuan kita untul senantiasa tidak berkeluh kesah untuk bertahan serata YAKIN atas doa doa yang kita harapkan ...

Percayalah..
Allah punya rencana yang baik untuk kita berdua..
Swmiga kita bertemu di satu waktu,untuk menjadi SATU.

Keyakinan Hati

Di kemudian hari.. air matamu hari ini, akan menjadi bahagia yang akan kamu syukuri berkali-kali..mka bersabrlah wahai qorry..
.
tidak pernah terfikir waktu berlalu bgtu cepat.. , dan mungkin takkan pernah terpikir apa yg terjadi pd hari ini. semuanya berubah setelah Allah uji berkali kali, Allah patahkan hati berkali kali sehingga diberi kembali pada waktu yang tepat , masa yang tepat,untuk bersabar dlam meraih bahagiaa...
Jika nnti Allah uji sekalii lagiii...
Berusaha untuk tetap memperbaikii....

Igatlah, saat kita lemah, saat kita jatuh . maka bangkitlah duhai wanita .
sungguh tiada siapa yang boleh ubahkan kita , melain diri kita sendiri .
Mau hasil terbaik dalam hidup
kita yg dlu memperbaiki.memperbaiki memperbaiki...teruss memperbaiko diri
Jaga percakapanmu, jaga  adabmu, jaga pakainmu , jaga maruah mu . insyaAllah Allah jaga seluruh dirimu .

In sya Allah😊😊😊

Allah pun Tau

Sesungguhnya aku telah benar benar siap untuk menjadi wanita terakhirmu...
Sesungguhnya aku telah siap untuk menjadi istrimu..
Sesungguhnya aku telah mampu untuk membagun surga akhirat bersamamu..
Krna cinta yang haqiqi itu adlah cinta yang akan membawa kita sma sma mendekatkan diri kepada Allah swt.
Aku merindu hambamu ya robbi..lelaki ituu
Lelaki yang aku harapkan...
Aku memiliki perasaan bsar terhadapnya...
Aku ingin beljar menjadi wanita mu..
Aku ingin bersamamu...
Aku ingin mempraktekkan semua apa yang aku pelajaro sekarang ,bagaimna istri ideal oleh suami...
Percayalah...
Disini
Aku masih sma..
Berdoa,dan memohon kepadanya الله
 Agar doaku dan doamu d berikan jalan kemudahan untuk bersma amin..allahumma amin..
AL

Tuntunan menjadi istri sholihah

Mempunyai istri sholehah bagi seorang suami adalah kekayaan yang melebihi apapun , Bahkan memilikinya laksana memperoleh kenikmatan yang ada di seluruh dunia , sebagaimana dengan hadits Rasulullah yang diriwayatkan dari Abdullah bin Amar bin Ash, Rasulullah SAW bersabda ,
“ Dunia ini adalah kenikmatan , dan sebaik - baik kenikmatan dunia adalah perempuan ( istri yang sholihah ) , ” ( HR. Muslim dan Ahmad )
Agar kita bisa dikategorikan dan termasuk sebagai istri yang sholehah, berikut akan dijelaskan apa saja perkara yang harus dipenuhi:
1 . Segera menyahut dan hadir apabila diajak untuk berhubungan .
2 . Tidak membantah perintah suami selagi tidak bertentangan dengan syariat .
3 . Tidak bermasam muka terhadap suami.
4 . Senantiasa berusaha memilih perkataan yang terbaik ketika berbicara .
5 . Tidak memerintahkan suami untuk mengerjakan pekerjaan wanita .
6 . Keluar rumah hanya dengan izin suami.
7 . Berhias hanya untuk suami.
8 . Tidak memasukkan orang ke dalam rumah tanpa seijin suami.
9 . Menjaga waktu makan dan waktu istirahat suami.
10 . Menghormati mertua serta kerabat keluarga suami. Terutama ibu mertua .
11 . Berusaha menenangkan hati suami jika suami galau .
12 . Segera minta ma ’af jika melakukan kesalahan kepada suami.
13 . Mencium tangan suami tatkala datang dan pergi .
14 . Mau diajak oleh suami untuk sholat malam , dan mengajak suami untuk sholat malam .
15 . Tidak menyebarkan rahasia keluarga terlebih lagi rahasia ranjang …!
16 . Tidak membentak atau mengeraskan suara di hadapan suami.
17 . Berusaha untuk bersifat qona ’ah ( nerimo ) sehingga tidak banyak menuntut harta kepada suami.
18 . Sedih dan bergembira bersama suami dan berusaha pandai mengikuti suasana hatinya .
19 . Perhatian akan penampilan , jangan sampai terlihat dan tercium oleh suami sesuatu yang tidak disukainya.
20 . Berusaha mengatur uang suami dan tidak boros .
21 . Tidak menceritakan kecantikan dan sifat - sifat wanita lain kepada suaminya.
22 . Berusaha menasehati suami dengan baik tatkala suami terjerumus dalam kemaksiatan, bukan malah ikut - ikutan .
23 . Menjaga pandangan dan tidak suka membanding - bandingkan suami dgn para lelaki lain.
24 . Lebih suka menetap di rumah , dan tidak suka sering keluar rumah .
Selain hal - hal yang telah disebutkan diatas , masih ada beberapa hal lagi yang harus anda penuhi agar bisa menjadi istri sholehah:
1 . Selalu mendahulukan hak suaminya daripada hak orang lain termasuk hak dirinya sendiri .
2 . Senantiasa bersedia memberikan kenikmatan ( termasuk kenikmatan s 3 ksu 4 litas ) pada sang suami, terutama jika suami menginginkannya, terkecuali jika sedang haid dan mengalami nifas . Apabila istri menolak keinginan suami tanpa sebab dan alasan yang diperbolehkan dalam ajaran Islam , maka saat itu juga istri berdosa , bahkan dilaknat oleh malaikat . Rasulullah SAW bersabda :
“ Jika suami mengajak istrinya berhubun 6 an , lalu istrinya menolak ( tanpa alasan yang dibenarkan) , lalu suaminya marah , maka istri itu dilaknat oleh malaikat , ” ( HR . Bukhari dan Muslim ) .
Rasul juga mengatakan, “ Apabila diajak oleh suaminya untuk berhubun 6 an int 1 m , maka istri harus memenuhi ajakan itu, meskipun ia sibuk di dapur , ” ( HR . Tirmidzi dan Nasa ’ i ) .
Selain itu , Rasulullah juga mengatakan pada haditsnya yang lain bahwasanya , “ Apabila seorang istri tidur menjauh dari tempat tidur suaminya ( karena menghindari suami dsb ) , maka istri itu dilaknat oleh malaikat hingga pagi , ” ( HR . Bukhari dan Muslim ) .
3 . Tidak diperkenankan bagi istri untuk menjalankan puasa sunnah tanpa seizin suaminya . Saat sang istri sedang berpuasa , sudah tentu suami dilarang untuk menggaulinya, padahal hak bergaul adalah hak suami terhadap istrinya, hal ini sesuai dengan hadits Rasulullah SAW. Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda :
“ Tidak halal ( tidak boleh) seorang istri berpuasa padahal suaminya ada di rumah , kecuali atas izinnya , ” ( HR . Bukhari dan Muslim ) .
4 . Tidak diperkenankan untuk seorang istri memberikan sesuatu dari dalam rumahnya atau mengeluarkan sesuatu dari dalam rumahnya tanpa izin dan sepengetahuan suaminya. Apabila ia melakukan hal tersebut, maka dosa yang akan didapat , sedangkan sang suami mendapatkan pahala . Tentunya yang menyangkut tentang hal-hal yang memang bernilai dan harus sepengetahuan suami.
5 . Sebagai seorang istri tidak diperbolehkan bepergian meninggalkan rumah , dan mencari nafkah ( kerja ) di luar rumah kecuali atas izin suaminya .
6 . Sebagai seorang istri , harus memiliki sifat qana ’ah yaitu menerima apa adanya segala kemampuan suami dalam hal mencari nafkah . Ia tidak boleh menuntut suaminya melebihi kadar kemampuan yang suami punya . Seorang istri yang shalihah harus senantiasa mengingatkan suaminya untuk mencari nafkah dari sumber yang halal jangan sampai terjerumus dan terjebak ke dalam pekerjaan yang haram . Kita dapat mencontoh dari perkataan para istri salafusshaleh yang selalu mengatakan seperti ini ketika suaminya hendak meninggalkan rumah untuk mencari rezeki , “Hati -hati dan jauhi sumber- sumber rezeki yang haram , karena sesungguhnya kami bisa bersabar menahan lapar, tetapi kami tidak akan sanggup menahan api neraka . ”
7 . Seorang istri diwajibkan untuk selalu menutup auratnya dan tidak memperlihatkan kecantikannya kepada orang lain yang tidak berhak melihatnya. Membuka aurat , memakai pakaian mini ( minim) dan memperlihatkan bagian - bagian tubuh yang indah sangat jelaslah hukumnya haram . Diriwayatkan oleh Aisyah, ia berkata :
“ Aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda : Tidak boleh bagi seorang perempuan membuka pakaiannya di rumah yang bukan milik suaminya, sebab apabila ia lakukan maka berarti ia membongkar auratnya sendiri serta menginjak-injak kemuliaan dan kehormatannya sebagai perempuan ( istri) , ” ( HR . Ahmad , Tirmidzi dan Abu Daud)
Hal ini berlaku pula bagi perempuan yang mempertontonkan aurat dan bagian tubuhnya yang tidak boleh dilihat orang lain di kolam - kolam renang , tempat disko , dan sebagainya .
8 . Tidak diperkenankan seorang istri berkenalan dengan lawan jenis terutama teman dari suami . Lebih baik hal seperti ini dihindari sebagai tindakan antisipatif dan sikap kehati - hatian agar tidak munculnya fitnah serta tidak membawa pada dosa kemaksiatan .
9 . Seorang istri yang sholihah tidak boleh bersikap sombong dengan membanggakan diri dengan kecantikannya kepada suaminya, atau menghina kejelekan suaminya ( kalau fakta suaminya kebetulan jelek secara fisik ) . Tidak boleh pula berbangga dengan harta dan kekayaannya di hadapan suaminya. Mau bagaimanapun kondisi suami, ia tetap harus dihormati , dihargai , dijaga perasaannya , dilayani dengan sepenuh hati, dijaga kewibawaan dan kehormatannya .
10 . Istri yang shalihah harus memiliki rasa cinta dan kasih sayang terhadap semua anak - anaknya. Mendidik dan membesarkan anak - anaknya dengan perasaan tanpa melakukan kekerasan yang kerap terjadi sekarang ini. Berusaha mendidik anak - anak dengan pendidikan Islam yang baik . Tidak mengajarkan anak - anaknya dengan perkataan kasar dan kotor . Orang tua yang baik hendaknya jika sedang ada masalah , jangan membicarakan permasalahan apalagi sampai bertengkar di depan anak - anaknya. Hal ini akan berpengaruh buruk pada anak - anak kelak sudah besar nanti. Ia akan mengikuti apa yang dulu orang tuanya lakukan .
Istri yang sholehah selalu ingat akan perjuangan dan kerja keras suami selama ini , jangan melupakan kebaikan suami dikarenakan sebuah kesalahan kecil yang dilakukan suaminya, apalagi sampai melaknat suami. Hal ini sangat tidak baik dan dilarang . Karena hal ini, penghuni neraka lebih banyak dari kaum perempuan. Ketika Rasulullah SAW menjalankan perintah isra ’ dan mikraj , beliau melihat dan menyaksikan bahwa kebanyakan penghuni neraka adalah dari kaum perempuan . Lalu beliau ditanya apa sebabnya , maka beliau menjawab :
“ Karena perempuan sering ( suka ) melaknat dan melupakan kebaikan suaminya, ” ( HR . Bukhari dan Muslim )
Yuk, Prektekkan cara - cara diatas agar kita bisa menjadi istri sholehah dambaan.

In sya Allah,jika kita lksanakan,mka kehidupan rumah tangga yang dmai akan smapai dunia hingga akhirat. 


Bangun kembali

Asslamualaikum warohmatullah wabarakatuh😊 Kaifa haluq sahabat sholeh dan sholihah Udah lama nggk nulis ni.. Udah lama bungkam dari situs...