.
Manusia adalah makhluk tak sempurna, pasti memiliki sisi negatif dalam perjalanan hidupnya, memiliki aib-aib pada dirinya.
.
Sepandai-pandainya seseorang menutupi aibnya, mungkin akan bocor, sehingga terkadang kita mengetahui aib sebagian saudara sesama muslim.
.
Maka kewajiban kita adalah menutupi aib saudara kita, dan berusaha memberi nasehat atau masukan secara sembunyi-sembunyi. Sehingga dilarang menyiarkan aib saudara kita.
.
📖Allah Ta'ala berfirman:
.
إِنَّ الَّذِينَ يُحِبُّونَ أَنْ تَشِيعَ الْفَاحِشَةُ فِي الَّذِينَ آمَنُوا لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ فِي الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ
.
“Sesungguhnya orang-orang yang menyenangi tersebarnya perbuatan keji2 di kalangan orang-orang beriman, mereka memperoleh azab yang pedih di dunia dan di akhirat….”(An-Nur: 19)
.
📋Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “...Siapa yang menutup aib seorang muslim niscaya Allah akan menutup aibnya di dunia dan kelak di akhirat….”(HR. Muslim no. 2699)
.
Peringatan yang disebutkan dalam hadits Abu Barzah Al-Aslami dari Rasulullah shallallahu alaihi wasallam : “Wahai sekalian orang yang beriman dengan lisannya dan iman itu belum masuk ke dalam hatinya. Janganlah kalian mengghibah kaum muslimin dan jangan mencari-cari/mengintai aurat mereka. Karena orang yang suka mencari-cari aurat kaum muslimin, Allah akan mencari-cari auratnya. Dan siapa yang dicari-cari auratnya oleh Allah, niscaya Allah akan membongkarnya di dalam rumahnya (walaupun ia tersembunyi dari manusia).” (HR. Ahmad 4/420, 421,424 dan Abu Dawud no. 4880. Kata Asy-Syaikh Al-Albani t dalam Shahih Abi Dawud: “Hasan shahih.”)
.
📋Nabi shallallahu alaihi wasallam juga bersabda:
“Tidaklah Allah menutup aib seorang hamba di dunia melainkan nanti di hari kiamat Allah juga akan menutup aibnya.” (HR. Muslim no. 6537
.
✅ Maka ayat dan hadits-hadits di atas terdapat perintah menutupi aib saudara sesama muslim dan larangan menyebarkan aibnya.
.
Setiap orang punya aib. Setiap orang ingin aibnya ditutupi. Jadii yukk tutupi aib saudara kita niscaya Allah Ta'ala akan menutupi aib-aib kita.
Wallahu a'lam .
.
Ust. Agus Santoso Al-Klateni
Sumber : channel bimbingan syariah
Via rizkylukylollasari
.
.
No comments:
Post a Comment